"Ini kan kewajiban kamu untuk melayani pasangan."
Dalam hubungan yang sehat, seks adalah salah satu bentuk refreshing yang bisa menjaga keharmonisan. Namun pada dasarnya, seks bukanlah sebuah kewajiban yang bersifat paksaan.
Melakukan aktivitas seksual hanya karena merasa “wajib melayani” tanpa adanya keinginan (lack of desire), berisiko menimbulkan sexual burnout, bahkan trauma yang merusak kualitas hubungan dalam jangka panjang.
Lalu, bagaimana cara mengomunikasikan boundaries ketika diri sendiri sedang tidak ingin melakukannya?
Apa Itu Intimacy Boundaries dan Perannya dalam Self-Respect
Aktivitas seksual yang dilakukan atas keinginan sendiri, bukan karena takut kehilangan pasangan atau merasa bersalah, adalah bentuk tertinggi dari self-respect.
Artinya, kita menyadari bahwa hanya diri kita sendiri yang berhak memutuskan kapan kita siap, dan apa yang membuat kita nyaman melakukan aktivitas ini.
Salah satu cara membentuk self-respect ini adalah dengan membuat intimacy boundaries. Intimacy boundaries adalah batasan tentang “apa yang membuatmu nyaman, dan mana yang tidak”.
Cara Mengomunikasikan Intimacy Boundaries tanpa Merasa Bersalah
Ada keresahan tersendiri dalam menyampaikan intimacy boundaries karena takut dianggap menolak, atau takut mengecewakan pasangan. Padahal, berani bersuara mengenai batasan ini adalah langkah awal mempraktikkan self-respect dalam hubungan.
Biasanya, ketakutan ini diakibatkan karena adanya kebingungan dalam menyampaikan pesan, supaya tidak terdengar menyudutkan keinginan pasangan.
Berikut beberapa contoh kalimat yang bisa digunakan untuk mengekspresikan intimacy boundaries, tanpa takut merasa bersalah:
“Mau, asal pakai kondom ya”
“Mau, tapi nggak hari ini ya”
“Boleh, tapi bagian yang ini jangan dipegang”
“Boleh, tapi aku lebih suka kalau lampunya dimatiin.”
“Boleh, tapi kalau aku bilang stop, langsung berhenti ya.”
"Kalau lagi berantem, aku nggak bisa, karena aku harus ngerasa aman dulu."
“Aku penasaran & mau coba, tapi butuh waktu buat mikir dulu”
Intimacy boundaries bukanlah batasan yang menghalangi kemesraan, tapi justru menjaga self-respect dalam sebuah hubungan.
Jika pasanganmu tidak menghiraukan boundaries ini, maka hal tersebut bisa jadi pertanda kamu berada dalam sebuah unhealthy relationship. Penting untuk mengevaluasi kembali hubungan tersebut jika ingin tetap menjaga keberhargaan diri sendiri.