“Bukannya jadi kurang sensasi-nya ya kalau pakai kondom?”
Kalimat itu masih sering muncul dalam banyak percakapan sebelum intercourse, seolah safety adalah penghalang yang mengurangi kenikmatan dalam hubungan intim. Padahal, banyak pasangan justru merasakan hal sebaliknya.
Kenikmatan dan sensasi itu tidak akan maksimal, kalau pikiran kita tidak tenang dan tidak merasa aman. Dan rasa aman itu dimulai dari kepercayaan.
Penggunaan Proteksi Bukan Berarti Tidak Percaya
Hingga saat ini, penggunaan kondom masih sering dianggap sebagai simbol "ketidakpercayaan" dalam hubungan, terutama yang sudah berjalan lama. Padahal, kenyataannya justru sebaliknya.
Menggunakan kondom merupakan salah satu bentuk kedewasaan dan bukti kepedulian, yang memastikan kenyamanan bersama, baik secara fisik maupun pikiran.
Dengan adanya kondom, kekhawatiran soal risiko kesehatan atau kehamilan yang tidak direncanakan bisa diminimalisir. Sehingga, pasangan jadi lebih rileks, bebas bereksplorasi, dan meningkatkan kualitas pleasure.
Intimacy yang Sehat Dimulai dari Rasa Aman
Dalam hal ini, intimacy yang sehat selalu mengacu pada consent, di mana ada boundary setting yang disepakati bersama sebelum memulai hubungan.
Perempuan dalam hal ini pun berhak menyuarakan apa yang mereka inginkan dan tidak inginkan, tanpa rasa ragu atau tertekan. Sehingga, kenikmatan dan sensasi itu bisa dirasakan karena mereka memiliki kendali atas tubuhnya sendiri, bukan sekadar mengikuti ekspektasi pasangan.
3 Tips Membicarakan Safety dengan Pasangan
Kalau kamu masih bingung harus mulai dari mana, berikut 3 tips yang bisa membantu:
Ingat, percakapan ini tidak hanya menjaga kesehatan fisik, tapi juga cara menjaga kualitas hubungan. Effort untuk saling menyampaikan dan mendengarkan apa yang diinginkan, menunjukkan kalau “you are a safe person” untuk diajak bicara dengan jujur dan terbuka.